February 16, 2011

Bukannya Tak Perasan, Tapi...

Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.

1. AKU BUKAN ANCAMAN BAGIMU
Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan
tangannya." (HR. Bukhari)

a. Hindari penghinaan
Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang kepribadian, bentuk tubuh, dan sebagainya, jangan pernah dilakukan, karena tak ada masalah yang selesai dengan penghinaan, mencela, merendahkan, yang ada adalah perasaan sakit
hati serta rasa dendam.

b. Hindari ikut campur urusan pribadi
Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang tidak ada
manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang punya
urusan pribadi yang sangat sensitif, yang bila terusik niscaya akan
menimbulkan keberangan.

c. Hindari memotong pembicaraan
Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian tiba-tiba dipotong
dan disangkal, berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian dikoreksi
dengan cara yag arif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya
bahkan mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita untuk bersabar dalam
mendengar dan mengoreksi dengan cara yang terbaik pada waktu yang
tepat.

d. Hindari membandingkan
Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa, kebaikan, penampilan,
harta, kedudukan seseorang sehingga yang mendengarnya merasa dirinya
tidak berharga, rendah atau merasa terhina.

e. Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya
Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya, begitu pula
mencaci kawannya berarti memusuhi dirinya. Bersikaplah yang netral,
sepanjang diri kita menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar bahwa
untuk berubah harus siap menjalani proses dan tahapan.

f. Hindari merusak kebahagiannya
Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan tindakan yang
akan merusak kebahagiaanya. Misalkan ada seseorang yang merasa beruntung
mendapatkan hadiah dari luar negeri, padahal kita tauh persis bahwa
barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu menyampaikannya,
biarlah dia berbahagia mendapatkan oleh-oleh tersebut.

g. Jangan mengungkit masa lalu
Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau kekurangan yang
sedang berusaha ditutupi. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesalahan
yang sangat ingin disembunyikannya, termasuk diri kita, maka jangan
pernah usil untuk mengungkit dan membeberkannya, hal seperti ini sama
dengan mengajak bermusuhan.

h. Jangan mengambil haknya
Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak orang lain, setiap gangguan
terhadap hak seseorang akan menimbulkan asa tidak suka dan perlawanan
yang tentu akan merusak hubungan. Sepatutnya kita harus belajar
menikmati hak kita, agar bermanfaat dan menjadi bahan kebahagiaan orang lain.

i. Hati-hati dengan kemarahan
Bila anda marah, maka waspadalah karenan kemarahan yang tak terkendali
biasanya menghasilkan kata dan perilaku yang keji, yang sangat melukai,
dan tentu perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di lingkungan
manapun. Kita harus mulai berlatih mengendalikan kemarahan sekuat
tenaga dan tak usah sungkan untuk meminta maaf andai kata ucapan dirasakan
berlebihan.

j. Jangan menertawakannya
Sebagian besar dari sikap menertawakan seseorang adalah karena
kekurangannnya, baik sikap, penampilan, bentuk rupa, ucapan dan lain
sebagainya, dan ingatlah bahwa tertawa yang tidak pada tempatnya serta berlebihan
akan mengundang rasa sakit hati.

k. Hati-hati dengan penampilan, bau badan dan bau mulut
Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol penampilan, bau badan atau
mulut kita, karena penampilan atau bau badan yang tidak segar akan
membuat orang lain merasa terusik kenyamanannya, dan cenderung ingin
menghindari kita.

2. AKU MENYENANGKAN BAGIMU

a. Wajah yang selalu cerah ceria
Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, "Janganlah
terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah
dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan
memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta". (Sunan Abu
Dawud).

b. Senyum tulus
Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini sangat
menyenangkan bagi siapapun yang menatapnya. Senyum adalah sedekah, senyuman yang
tulus memiliki daya sentuh yang dalam ke dalam lubuk hati siapapun,
senyum adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan.
Senyum tidak dimiliki oleh orang-orang yang keji, sombong, angkuh, dan
orang yang busuk hati.

c. Kata-kata yang santun dan lembut
Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan dan sampaikan dengan cara
yang lembut, karena sikap seperti itulah yang dilakukan Rasulullah,
ketika berbincang dengan para sahabatnya, sehingga terbangun suasana yang
menyenangkan. Hindari kata yang kasar, menyakitkan, merendahkan,
mempermalukan, serta hindari pula nada suara yang keras dan berlebihan.

d. Senang menyapa dan mengucapkan salam
Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang paling dahulu dalam menyapa
dan mengucapkan salam. Jabatlah tagan kawan kita penuh dengan
kehangatan dan lepaslah tangan sesudah dilepaskan oleh orang lain, karena
demikianlah yang dicontohkan Rasulullah. Jangan lupa untuk menjawab salam
dengan sempurna dan penuh perhatian.

e. Bersikap sangat sopan dan penuh penghormatan
Rasulullah jikalau berbincang dengan para sahabatnya selalu berusaha
menghormati dengan cara duduk yang penuh perhatian, ikut tersenyum jika
sahabatnya melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya mengisahkan
hal yang mempesona, sehingga setiap orang merasa dirinya sangat
diutamakan oleh Rasulullah.

f. Senangkan perasaannya
Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang layak dipuji
sambil kita kaitkan dengan kebesaran Allah sehingga yang dipuji pun teringat
akan asal muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih dan
do’akan. Hal ini akan membuatnya merasa bahagia. Dan ingat jangan pernah
kikir untuk berterima kasih.

g. Penampilan yang menyenangkan
Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi dan harum. Menggunakan pakaian
yang baik bukanlah tanda kesombongan, Allah Maha Indah dan menyukai
keindahan, tentu saja dalam batas yang sesuai syariat yang disukai Allah.

h. Maafkan kesalahannya
Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap kekurangan dan kesalahan
orang lain kepada kita, karena hal ini akan membuat bahagia dan senang
siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap kita, dan tentu hal
ini pun akan mengangkat citra kita di hatinya.

3. AKU BERMANFAAT BAGIMU
Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa yang kita dapatkan tapi
dari nilai manfaat yang ada
dari kehadiran kita, bukankah sebaik-baik diantara manusia adalah orang
yang paling banyak
mamfaatnya bagi hamba-hamba Allah lainnya.

a. Rajin bersilaturahmi
Silaturahmi secara berkala, penuh perhatian, kasih sayang dan ketulusan
walaupun hanya beberapa saat, benar-benar akan memiliki kesan yang
mendalam, apalagi jikalau membawa hadiah, insya Allah akan menumbuhkan
kasih sayang.

b. Saling berkirim hadiah
Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahwa saling memberi dan
berkirim hadiah akan menumbuhkan kasih sayang. Jangan pernah takut miskin
dengan memberikan sesuatu, karena Allah yang Maha Kaya telah menjanjikan
ganjaran dan jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah yang tulus.

c. Tolong dengan apapun
Bersegeralah menolong dengan segala kemampuan, harta, tenaga, waktu
atau setidaknya perhatian yang tulus, walau perhatian untuk mendengar
keluh kesahnya. Apabila tidak mampu, maka do’akanlah, dan percayalah bahwa
kebaikan sekecil apapun akan diperhatikan dan dibalas dengan sempurna
oleh Allah.

d. Sumbangan ilmu dan pengalaman
Jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan pengalaman yang
dimiliki, kita harus berupaya agar ilmu dan pengalaman yang ada pada diri
kita bisa menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain.

Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas maka,
kebahagiaan dalam bergaul dengan siapa pun akan terasa nikmat, karena
tidak mengharapkan sesuatu dari orang melainkan kenikmatan kita adalah
melakukan sesuatu untuk orang lain. Semata karena Allah SWT.
Wallahua'lam

No comments:

Post a Comment